1.Judul Jurnal : IDENTIFIKASI
KEMATANGAN BUAH TOMAT MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION
2.Kata kunci : Tomat, Histogram Warna,
Jaringan Syaraf Tiruan, Backpropagation
3.Penulis Jurnal :
·Dila Deswari, Derisma ,MT Jurusan
Sistem Komputer, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas
·Hendrick , MT. Jurusan Teknik Elektro,
Politeknik Negeri Padang
4.Latar Belakang
Cara
mengidentifikasi dan mendeteksikematangan
buah yang dilakukan di rumahkaca
masih banyak menggunakan caramanual.
Cara manual dilakukan berdasarkanpengamatan
visual secara langsung padabuah
yang akan diklasifikasi. Kelemahanpengklasifikasian
manual sangat dipengaruhisubjektifitas
operator sortir sehingga padakondisi
tertentu tidak konsisten prosespengklasifikasiannya.
Perkembanganteknologi
informasi memungkinkanidentifikasi
buah berdasarkan ciri warnadengan
bantuan komputer. Carakomputasi
ini dilakukan dengan pengamatanvisual
tidak langsung dengan menggunakankamera
sebagai pengolah citra dari gambaryang
direkam (image
processing)
untukkemudian
diolah dengan menggunakanperangkat
lunak komputer
5.Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendapatkan sebuah
perangkat lunak(software) untuk melakukan pengenalan
atauidentifikasi
tingkat kematangan buah tomatberdasarkan
warna.
6.Metodologi penelitian
Pada penelitian ini penulis melalui
beberapa tahap yaitu Studi Literatur, Pra proses meliputi me-capture buah tomat oleh webcam, yang
akan mengalami image processing yaitu
proses histogram warna, Proses Identifikasi Kematangan Buah Tomat yang
meliputi, perancangan arsitektur Backpropagation,
perancangan software dan perancangan
mekanik.
7.Hasil penelitian
Hasil yang didapat melewati beberapa
tahapan pula. Pada pemrosesan awal dilakukan dengan beberapa kali pengambilan
data histogram untuk buat tomat yang memeiliki kematangan yang berbeda. Pada
proses training backpropagation
menggunakan 3 sampel pola data yang mencirikan masing-masing tingkat kematangan
buah tomat. Dan yang terakhir adalah proses identifikasi. Data yang diambil
dari 20 tomat merah (diharapkan masak), 20 tomat hijau(muda) dan 20 tomat
campur (setengah masak) yang teridetifikasi adalah 17 tomat merah, 9 tomat
hijau dan 17 tomat campur. Maka dapat dirumuskan tingkat identifikasi buah
tomat secara keseluruhan adalah 71,67%.
8.Kelemahan yang terdapat pada jurnal
·Penelitian pada tomat hijau masih
belum teridentifikasi dengan baik
·Penelitian masih bergantung pada
satu jenis tomat, sepert yang kita ketahui tomat memiliki beberapa jenis,
sepert tomat cherry, tomat hijau, tomat pear (warna kuning) dan lain-lain,
dimana tingkat kematangan tomat di dasarkan warna yang berbeda-beda
·Penelitian ini masih melakukan
pengambilan gambar dengan cara satu persatu yang menurut saya kurang efektif.
9.Kelebihan yang terdapat pada jurnal
·Penelitian ini menghasilkan sebuah
perangkat lunak yang dapat mempermudah konsumen, perusahaan pertanian dan
distributor bahan makanan.
·Dengan alat-alat yang sederhana
dapat membuat alat yang dapat menggantikan fungsi manusia dalam
mengidentifikasi.
·Menggunakan metode backpropagation
yang dapat meningkatkan tingkat sensitivitas alat dalam mengidentifikasi.
10.Manfaat
penelitian yang di dapat pada jurnal ini, yaitu :
·Diharapkan penelitian ini dapat
dikembangkan dalam skala besar sehingga perusahaan pertanian dapat memanfaatkan
alat ini untuk membantu para petani dalam mengidentifikasi kematangan tomat.
·Diharapkan penelitian ini dapat digunakan
dalam penyeleksian distribusi tomat dalam skala yang besar.
Dila Deswari, Derisma ,MT dan
Hendrick , MT. IDENTIFIKASI
KEMATANGAN BUAH TOMAT MENGGUNAKAN METODA BACKPROPAGATION. Padang : Univeritas Andalas dan Politeknik
Negeri Padang
Analisis
Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
Dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,manusia harus mempunyai penghasilan. Setiap
penghasilan yang diterima oleh seseorang merupakan pendapatan bagi orang
tersebut.Pendapatan dari orang perorang dari suatunegara akan dihitung dalam
pendapatan nasional.Namun,tidak semua pendapatan yang diterima seseorang
dihitung sebagai pendapatan nasional.Seorang ibu rumah tangga bekerja guna
melayani keperluan rumah tangganya,seperti memasak,mencuci,dan ibu tersebut
sudah menghasilkan barang berupa makanan dan jasa.Akan tetapi barang dan jasa
yang dihasilkan tersebut tidak dihitung dalam pendapatan nasional karena tidak
dijual kepada orang lain dan tidak mendapatkan balas jasa.Apabila ibu rumah
tangga tadi membuka usaha,misalnya rumah makan atau menerima pesanan makanan
untuk umum,maka balas jasa yang diterimanya dapat dihitung dalam pendapatan
nasional.Seorang pelukis membuat suatu lukisan dan menjualnya kepada orang
lain.Pelukis tersebut memperoleh pendapatan dari hasil penjualan produk yang
dihasilkannya. Maka pendapatan pelukis ini dihitung dalam pendapatan nasional.Beberapa
tahun kemudian,apabila lukisan tersebut dijual oleh orang yang membeli lukisan
dari pelukis,maka hasil penjualan itu menjadi pendapatan baginya.Akan
tetapi,pendapatan itu tidak dihitung dalam pendapatan nasional,karena tidak ada
produksi barang atau jasa yang dihasilkan.
Model
Analisis Dengan Variabel Investasi Dan Tabungan
Konsumsi
adalah bagian pendapatan yang dibelanjakan untuk kebutuhan konsumsi. Tabungan
adalah bagian pendapatan yang tidak dikomsumsi.Jadi,besarnya pendapatan akan
sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan (Y = C + S ).Fungsi
konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara sifat
konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dan pendapatan nasional (atau
pendapatandisposable) perekonomian tersebut.Fungsi tabungan
adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan
rumah tangga dalam perekonomiandan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomian tersebut.Jadi,baik dalam hukum
psikologi konsumsi dari Keynes dikemukakan,Setiap pertambahan pendapatan akan
menyebabkan pertambahan konsumsi dan pertambahan tabungan (saving).Apabila fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
ditulis dalam notasi fungsi, bentuk umumnya seperti berikut.
Angka
Pengganda
Angka
pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu
dengan variabel pendapatan nasional. Jika angka pengganda tersebut
memepunyai angka yang tinggi, maka dengan perubahanyang terjadi pada
variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional
yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan
oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan koefisien multiplier.
Proses
multiplier adalah adanya perubahan pada variabel investasi menyababkan
pengeluaran agregat menjadi berubah. Namun dari keseombangan pendapatan
nasional tidak sebesar pertambahan investasi tersebut.
Hubungan
Antara Pertumbuhan Ekonomi Inflasi dan Pengangguran
Jumlah
orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki
pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini
dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah
pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi
adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil
rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian)
dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga
Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini
menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua
barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
Pengertian Teori Uang dan Motif memegang Uang,Bank
sentral dan bank Umum,Kebijaksanaan Moneter
1. Pengertian Uang dan Bank
Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa
sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar
dengan barang secara langsung.
2. Teori nilai uang & Motif Memegang Uang
Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang
dinamis.
Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis"
bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang
itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis
karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan
ekonomi.
Yang termasuk teori uang statis adalah:
• Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan
nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
• Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat
untuk mempermudah pertukaran.
• Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
• Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat
tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya
kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
Teori uang dinamis
• Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada
jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat,
maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
• Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving
Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai
faktor yang mempengaruhi nilai uang.
• Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
• Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan
uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Motif Memegang Uang
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam
kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah,
di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.
1. Untuk kebutuhan Transaksi
2. Untuk Berjaga-Jaga
3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
3. Bank sentral & Bank Umum
♥Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13
tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur
pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga
stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan
lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank
yang ada di Indonesia.
♥Bank Umum
Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan
jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung
dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada
masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa
asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain
sebagainya.
4. Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan
moneter, yaitu antara lain :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation) Operasi pasar terbuka adalah
cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga
pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar,
pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah
uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga
pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya
adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau
singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate) Fasilitas diskonto adalah pengaturan
jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank
umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke
bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan
tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi
membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio) Rasio cadangan wajib adalah
mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan
perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang,
pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang
beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion) Himbauan moral adalah kebijakan moneter
untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku
ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk
berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan
menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak
jumlah uang beredar pada perekonomian.
Bentuk-Bentuk Struktur Pasar
Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli
1. Pasar Persaingan Sempurna
Jenis pasar persaingan sempurna
terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk
yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya
adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat
pasar persaingan sempurna :
-Jumlah penjual dan pembeli banyak
-Barang yang dijual sejenis, serupa
dan mirip satu sama lain
-Penjual bersifat pengambil harga
(price taker)
-Harga ditentukan mekanisme pasar
permintaan dan penawaran (demand and supply)
-Posisi tawar konsumen kuat
-Sulit memperoleh keuntungan di atas
rata-rata
-Sensitif terhadap perubahan harga
-Mudah untuk masuk dan keluar dari
pasar
Pasar Persaingan Sempurna
2. Pasar Monopolistik
Pasar
Monopolistik
Struktur pasar monopolistik terjadi
manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis,
namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu
dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi
goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
-Untuk unggul diperlukan keunggulan
bersaing yang berbeda
-Mirip dengan pasar persaingan
sempurna
-Brand yang menjadi ciri khas produk
berbeda-beda
-Produsen atau penjual hanya
memiliki sedikit kekuatan merubah harga
-Relatif mudah keluar masuk pasar
-
3. Pasar Oligopoli
Industri Semen
Indonesia Contoh Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk
persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu
wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di
Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar
oligopoli :
-Harga produk yang dijual relatif
sama
-Pembedaan produk yang unggul
merupakan kunci sukses
-Sulit masuk ke pasar karena butuh
sumber daya yang besar
-Perubahan harga akan diikuti
perusahaan lain
4. Pasar Monopoli
Pasar monopoli akan terjadi jika di
dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya
seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (PLN), perusahaan kereta
api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
- Hanya terdapat satu penjual atau
produsen
- Harga dan jumlah kuantitas produk
yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli
- Umumnya monopoli dijalankan oleh
pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak
- Sangat sulit untuk masuk ke pasar
karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit
didapat
- Hanya ada satu jenis produk tanpa
adanya alternatif pilihan
- Tidak butuh strategi dan promosi
untuk sukses
Pasar Monopoli
Tambahan :
- Monopsoni adalah kebalikan dari
monopoli, yaitu di mana hanya terdapat satu pembeli saja yang membeli produk
yang dihasilkan.
- Monopoli adalah sesuatu yang
dilarang di Republik Indonesia yang diperkuat dengan undang-undang anti monopoli.
PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang
diterima oleh seluruh Rumah Tangga Keluarga (RTK) disuatu negara dari
penyerahan faktor-faktor produkdsi dalam satu periode, biasanya selama satu
tahun.
Konsep Pendapatan Nasional
Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
adalah seluruh nilai barang dan jasa diperoleh di suatu negara dalam waktu
tertentu, biasanya satu tahun.
Produk National Bruto (Gross National Product)
adalah seluruh nilai barang dan jasa yang diperoleh seluruh warga negara baik
yang ada di dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam satu periode
tertentu, biasanya satu tahun
Produksi Nasional
Netto (Net National Product/NNP)
NNP= GNP -
Penyusutan/Depresiasi
Pendapatan Nasional
Netto (Net National Income/NNI)
NNI= NNP - pajak tidak langsung
Pendapatan
Perseorangan (Personal Income/PI)
PI= (NNI + transfer
payment) - (iuran sosial + iuran asuransi + laba yang ditahan + pajak
perseorangan)
Pendapatan
Disposibel (Disposible Income)
DI = P I - pajak
langsung
Pengertian
pendapatan nasional dilihat dari tiga pendekatan:
a. Pendekatan
pendapatan => seluruh pendapatan yang diterima oleh para pemilik faktor
produksi dalam suatu negara pada waktu tertentu biasanya satu tahun.
b. Pendekatan
produksi => seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat
dalam suatu negara pada waktu tertentu, biasanya satu tahun.
c. Pendekatan pengeluaran => seluruh
pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam suatu negara pada periode
tertentu, biasanya satu tahun.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pendapatan nasional
-Jumlah dan kualitas faktor-faktor produksi
-Tingkat investasi
-Tingkat bunga
-Perkiraan keadaan perekonomian masa depan
-Tingkat teknologi
-Pengeluaran pemerintah
Perhitungan
pendapatan nasional berdasarkan tiga pendekatan
1. Pendapatan
nasional berdasarkan pendekatan pendapatan adalah seluruh pendapatan yang
diterima oleh para pemilik faktor produksi dalam suatu negara pada waktu
tertentu (satu tahun). Rumusnya:
Y
= w+i+r+p
Keterangan:
·Wage (w) : upah
·Interest (i) : bunga
·Rent (r) :
sewa
·Profit (p) :
laba
2. Pendapatan nasional berdasarkan pendekatan
produksi adalah seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat
dalam suatu negara pada waktu tertentu, biasanya satu tahun. Rumusnya:
Y =
(P1xQ1)+(P2xQ2)+…(Pn x Qn)
Keterangan:
·Y :
pendapatan nasional
·P :
harga barang
·Q :
jumlah barang
·n :
barang ke 1,2,…n
3. Pendapatan
nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran adalah seluruh pengeluaran yang
dilakukan oleh masyarakat dalam suatu negara pada periode tertentu (satu
tahun). Rumusnya:
Y
= C+G+I+(X-M)
Keterangan:
·C :
pengeluaran konsumsi rumah tangga
·G :
pengeluaran pemerintah
·I :
pengeluaran investasi
·X :
ekspor
·M :
impor
Manfaat
perhitungan pendapatan nasional:
a.Mengetahui struktur
perekonomian suatu negara.
b.Salah satu ukuran tingkat kemakmuran suatu negara.
c.Mengetahui tingkat kemajuan
ekonomi dari waktu ke waktu baik negara sendiri, antardaerah maupun antar
negara.
d.Untuk mengetahui kebijakan
perekonomian yang tepat yang harus dilakukan.
Pendapatan Per
Kapita/Income Per Capita (IPC) => pendapatan rata-rata penduduk
suatu negara pada periode tertentu. Perhitungannya didapat dari:
Manfaat Perhitungan
Pendapatan Per Kapita
1.Indikator kesejahteraan negara
2.Standar pertumbuhan kemakmuran negara
3.Pembanding tingkat kemakmuran antarnegara
4.Sebagai data untuk mengambil kebijakan ekonomi, dll.
Hubungan pendapatan nasional penduduk dan pendapatan
per kapita: jika pendapatan nasional tinggi dan jumlah penduduk tinggi maka IPC
rendah, dan sebaliknya. Maka dari itu, untuk menaikkan IPC negara harus
menaikkan pendapatan nasional dan memperkecil laju pertumbuhan penduduk.
Pengelompokkan IPC
Berdasarkan World Bank:
1)Low income economies => IPC
US$520 atau kurang
2)Lower middle income economies => IPC
US$1.740
3)Middle income economies => US$2.990
4)Upper middle income economies => US$4.870
5)High income economies =>
US$25.480
Distribusi Pendapatan
Tiga tolok ukur
untuk mengetahui pemerataan pendapatan:
1. Kurva Lorenz
yaitu kurva yang menunjukkan perbandingan persentase pendapatan yang diperoleh
dengan persentase jumlah penduduk. Semakin dekat dengan garis diagonal
distribusi pendapatan semakin merata.
2. Koefisien Gini
yaitu ukuran ketimpangan suatu negara. Angkanya
0-1. semakin kecil koefisiennya semakin merata distribusi pendapatannya.
Koefisien Gini dapat digambarkan melalui kurva lorenz.
Kriteria
ketimpangan dalam koefisien Gini
0,71-1 sangat
tinggi
0,50-0,70 tinggi/tajam
0,36-0,49 sedang
0,20-0,35 rendah/baik
3. Kriteria Bank Dunia
¨ Ketidakmerataan
didasarkan pada persentase pendapatan nasional yang dinikmati 3 lapisan
penduduk. Tiga lapisan penduduk itu adalah:
40% penduduk termiskin
40% penduduk menengah
20% penduduk terkaya
Dalam menghitung persentase distribusi pendapatan
ini yang jadi patokan adalah 40% penduduk termiskin. Kriteria persentase
distribusi pendapatan yaitu:
a)Jika 40% penduduk termiskin menikmati < 12%
pendapatan nasional ketimpangan dianggap parah.
b)Jika 40% penduduk termiskin
menikmati 12%-17% pendapatan nasional ketimpangan dianggap sedang.
c)Jika 40% penduduk termiskin
menikmati lebih dari 17% pendapatan nasional ketimpangan dianggap rendah.
Indeks Harga
Indeks harga yakni
rata-rata tertimbang dari harga-harga kelompok komoditas dalam suatu
perekonomian.Pembagian
indeks harga ada 3:
Indeks harga
konsumen, indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan perubahan harga.
IHK mengukur biaya pembelian sekelompok barang dan jasa yang dapat mewakili
belanja konsumen.
Indeks harga
perdagangan besar (IHPB) yang menggambarkan pergerakan harga rata-rata komoditi
dengan mengutamakan harga pada tingkat pedagang besar.
Deflator PDB yang
didapat dari pembagian PDB nominal dan PDB riil.
Rumus menghitung Indeks Harga
cara sederhana
Keterangan:
·IHn =
indeks harga tahun n (tahun yang dihitung)
·åPn =
jumlah harga-harga tahun n
·åPo =
jumlah harga tahun dasar
A. Siklus
Aliran Pendapatan (Circular Flow)
Siklus
aliran pendapatan seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah ini adalah sebuah
model yang menggambarkan bagaimana interaksi antar para pelaku ekonomi
menghasilkan pendapatan yang digunakan sebagai pengeluaran dalam upaya
memaksimalkan nilai kegunaan (utility) masing-masing pelaku ekonomi.
Circular Flow
Model Circular
Flow membagi perekonomian menjadi empat sektor:
i.Sektor Rumah Tangga (Households
Sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan
identik.
ii.Sektor Perusahaan (Firms
Sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang
dan jasa.
iii.Sektor Pemerintah (Government
Sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegiatan
masyarakat dan perusahaan.
iv.Sektor Luar Negeri (Foreign
Sector), yaitu sektor perekonomian dunia, di mana perekonomian melakukan
transaksi ekspor-impor.
B. Metode-metode
Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Metode
Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Menurut metode ini,
PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu
perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi
perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin).
Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh
perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang
dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor
lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan
kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double
counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB
bisa menggelembung beberapa kali lipat dan angka yang sebenarnya. Untuk
menghindarkan hal di atas, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi,
yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor.
Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai
input antara.
2. Metode
Pendapatan (Income Approach)
Metode
pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa
atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Jumlah tenaga kerja,
barang modal dan uang yang banyak tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak
ada kemampuan entrepreneur. Kemampuan entrepreneur ini
adalah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal dan
uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Balas jasa untuk
tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa.
Untuk pemilik uang atau aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk
pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi
disebut Pendapatan Nasional (PN).
3. Metode
Pengeluaran (Expenditure Approach)
Menurut metode
pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam
perekonomian selama periode
tertentu. Menurut metode ini
ada beberapa jenis
pengeluaran agregat
dalam suatu perekonomian:
a.Konsumsi Rumah Tangga (Household
Consumption)
b.Konsumsi Pemerintah (Government
Consumption)
c.Pengeluaran Investasi (Investment
Expenditure)
d.Ekspor Neto (Net Export)
C. PDB
Riil Versus PDB Nominal
Para
ahli ekonomi menggunakan nilai output total barang dan jasa perekonomian untuk
menghitung PDB. Tetapi apakah PDB merupakan ukuran yang baik dari kemakmuran
ekonomi? Perhatikanlah perekonomian yang hanya memproduksi apel dan jeruk.
Dalam perekonomian ini PDB adalah jumlah dari nilai seluruh apel dan seluruh
jeruk yang diproduksi. Yaitu:
PDB
= (Harga Apel x Jumlah Apel) + (Harga Jeruk x Jumlah Jeruk)
Lihatlah bahwa PDB
bisa meningkat karena harga meningkat atau karena jurnlah produk meningkat.
Dengan rnudah kita
bisa melihat bahwa PDB yang dihitung dengan cara ini bukan ukuran kemakmuran
ekonomi yang baik. Ukuran ini tidak secara akurat mencerminkan sejauh mana
perekonomian bisa memuaskan permintaan rumah tangga, perusahaan, dan
pemerintah. Jika seluruh harga digandakan. tanpa perubahan dalam jumlah, PDB
akan berlipat ganda. Tetapi tidak benar untuk mengatakan bahwa kemampuan
perekonomian untuk memuaskan permintaan telah berlipat ganda, karena jumlah
setiap produk yang diproduksi tetap sama. Para ekonom menyebut nilai barang dan
jasa yang diukur dengan harga berlaku sebagai PDB nominal.
Ukuran kemakmuran
ekonomi yang lehih baik akan menghitung output barang dan jasa perekonomian dan
tidak akan dipengaruhi oleh perubahan harga. Untuk tujuan ini, para ekonom
menggunakan PDB riil (real GDP), yang nilai barang dan jasanya diukur
dengan menggunakan harga konstan. Yaitu, PDB riil menunjukkan apa yang akan
terjadi terhadap pengeluaran padaoutput jika jumlah berubah tetapi
harga tidak.
Untuk melihat
bagaimana GDP riil dihitung, bayangkan kita ingin membandingkan outputpada
tahun 1998 dan output pada tahun 1999 dalam perekonomian apel dan jeruk kita.
Kita bisa rnulai dengan memilih sekumpulan harga, disebut harga dasar-tahunan (base-year
prices), seperti harga berlaku pada tahun 1998. Barang dan jasa lalu
ditambahkan dengan menggunakan harga dasar tahunan ini untuk menilai
barang-barang yang berbeda di kedua tahun. PDB riil untuk tahun 1998 adalah:
PDB
Riil = (Harga
Apel 1998 x Jurnlah Apel 1998)+ (Harga Jeruk 1998 x Jumlah Jeruk 1998)
Demikian pula PDB
riil pada tahun 1999 adalah:
PDB
Riil = (Harga
Apel 1998 x Jurnlah Ape! 1999)+ (Harga Jeruk 1998 x Jumlah Jeruk 1999)
D. PDB
Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Sarnpai
batas-batas tertentu, angka PDB per kapita dapat mencerminkan tingkat
produktivitas suatu negara. Tetapi tepatkah bila kita mengatakan bahwa
produktivitas penduduk Brunei Darussalam lebih tinggi dibanding penduduk
Filipina? Jawabannya: sulit untuk membandingkan tingkat produktivitas rakyat
Brunei dengan rakyat Filipina. Hal ini karena penduduk Brunei hanya 300.000
jiwa, sementara penduduk Filipina mencapai 75 juta jiwa (tahun 1999). Sebagian
besar PDB Brunei berasal dari hasil penjualan minyak bumi. Untuk mencapai
pendapatan per kapita setingkat Filipina (US$ 1.200,00), Brunei hanya perlu
menjual minyak senilai US$ 360 juta (yaitu jumlah penduduk Brunei dikalikan US$
1.200,00). Hal itu amat mudah bagi Brunei, karena ekspor minyaknya saja
mencapai angka miliaran US dollar per tahun.
Untuk memperoleh
perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan:
1. Jumlah
dan komposisi penduduk. Bila jumlah penduduk makin besar, sedangkan
komposisinya sebagian besar adalah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dan
berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output dan produktivitasnya dapat
makin baik.
2. Jumlah
dan struktur kesempatan kerja. Jumlah kesempatan kerja yang makin besar
memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat terlibat dalam proses produksi.
Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat produktivitas.
3. Faktor-faktor
nonekonomi. Yang tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika
kerja, tata nilai, faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan.
E. PDB,
Nilai Tambah dan Pendapatan
Ada
tiga pemikiran mengenai PDB, antara lain:
1. PDB
adalah nilai dari barang jadi
Disini
artinya PDB dihitung berdasarkan nilai dari barang jadi, bukan barang antara.
Sebagai ilustrasi, diasumsikan dalam sebuah perekonomian terdapat dua buah
perusahaan. Perusahaan 1 memproduksi baja, sementara perusahaan 2 memproduksi
mobil. Perusahaan 1 menjual baja kepada perusahaan 2 seharga $100. Perusahaan 1
mengeluarkan upah untuk pekerja sebesar $80, sehingga memilki keuntungan
sebesar $20. Perusahaan 2 menjual mobil hasil produksinya sebesar $210. Dari
$210, sebesar $100 untuk membeli baja, $70 untuk upah pekerja , sehingga
memperoleh keuntungan sebesar $40. Dari ilustrasi tersebut, yang masuk ke dalam
perhitungan GDP adalah nilai akhir/ harga mobil ($210), bukan penjumlahan
antara harga baja dengan harga mobil ($310).
2. PDB
adalah penjumlahan dari nilai tambah.
Artinya
nilai PDB berasal dari penjumlahan nilai tambah dari barang setengah jadi dan
barang jadi. Nilai tambah adalah nilai hasil produksi dikurangi nilai barang
input (barang antara). Dari ilustrasi pada poin 1, perusahaan baja memiliki
nilai tambah sebesar $100, nilai itu diperoleh karena perusahaan tersebut tidak
menggunakan barang antara. Sementara perusahaan mobil memiliki nilai tambah
sebesar $210 - $100 = $110. Total nilai tambah adalah sebesar $210, nilai
tambah total inilah yang dimasukkan ke dalam PDB.
3. PDB
adalah penjumlahan dari pendapatan
Pendapatan
yang diperoleh dari hasil produksi diterima oleh tiga pihak,yaitu keuntungan
kepada perusahaan, pendapatan untuk pekerja, dan pajak kepada pemerintah. Dari
ilustrasi sebelumnya, diasumsikan tidak ada pajak, artinya pendapatan hanya
didapatkan oleh perusahaan dan pekerja.
Dari
nilai penjualan sebesar $100, perusahaan 1 mengeluarkan upah untuk pekerja
sebesar $80, sehingga memilki keuntungan sebesar $20. Perusahaan 2 menjual
mobil hasil produksinya sebesar $210. Dari $210, sebesar $100 untuk membeli
baja, $70 untuk upah pekerja , sehingga memperoleh keuntungan sebesar $40.
Dalam pandangan
ini, nilai PDB dihitung dari jumlah keuntungan kedua perusahaan sebesar $60
($20 + $40) dan jumlah pendapatan pekerja kedua perusahaan sebesar $150 ($80 +
$70). Sehingga nilai yang dimasukkan kedalam PDB adalah sebesar $210 ($60 +
$150).